Search

PostHeaderIcon Pantai Ketewel Kotor Bule Ogah Selancar

Cuaca yang tak menentu membuat sejumlah pantai banyak mendapat sampah kiriman. Salah satunya Pantal Ketewel, Sukawati, Gianyar. Sepanjang mata memandang, hampir di setiap sudutnya penuh sampah. Takayal, hal ini mengganggu kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.
Michael Suchman, 45, salah satu wisatawan yang tengah mampir ke pantai, mengaku kecewa,  ketika tiba,  mata sudah disuguhkan sampah.  Mulai dari plastik, bekas makanan, hingga potongan kayu berserakan di bibir pantai. Sehingga, belum lama tiba di lokasi, dirinya bersama rekari-rekannya yang lain, lantas memilih pergi meninggalkan lokasi. “Penuh sampah dan terlihat jorok. Lebih baik, saya pilih tempat lain saja,” protes Suchman, wisatawan asal Inggris ini, saat ditemul di Pantai Ketewel.

Hal senada disampaikan Jenny Joane, 30, rekannya, meski menyadarii jika sampah tersebut merupakan kiriman dan laut, dirinya enggan untuk singgah. Sebab, kondisi tersebut, tidak membuatnya nyaman untuk menikmati
pemandangan sekitar pantai.  ‘Niatnya mau berselancar di sini. Sebab, ombaknya cukup bagus kata teman-teman. Tapi, pas tiba di sini, kondisinva malah seperti ini,” sesalnya. Meski pantai penuh sampah, hal ini merupakan berkah bagi Ni Wayan Rene, 60. Pasalnya, hal ini dapat mempermudah warga Banjar Ketewel, Sukawati ini, dalam mencari kayu bakar. Makium, dapur yang dimiliki Rene, masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.

“Kayu-kayu ini, nantinya saya gunakan sebagal kayu bakar untuk masak. Lumayan, saya tidak perlu susah payah untuk mencari kayu,” ujar Rene, saat ditemui di Pantai Ketewel. Katanya, sebelum kayu-kayu itu digunakan, terlebih dahulu dikeringkan. Namun, karena cuaca tengah tak menentu, maka disimpan terlebih dahulu, sembari menunggu datangnya matahari. “Disimpan dulu, nak, sambil nunggu matahari. Sebab, kalau langsung digunakan, malah tidak mau nyala. Kan kayunya masih basah,” lontarnya semban tersenyum.

PostHeaderIcon Mari Bersihkan Tanjung Benoa dari Sampah

Sampah merupakan salah satu musuh bisnis pariwisata. Persoalan sampah di wilayah Tanjung Benoa, menjadi salah satu keluhan para pengusaha obyek wisata air dan tokoh masyarakat sekitar. Permasalahan tersebut akhirnya disikapi oleh DKP Badung.

Kepala Dinas (Kadis) DKP Badung, Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si, belum lama mi menyatakan pihaknya dalam pekan ini akan memfasilitasi pertemuan untuk membahas penanganan sampah tersebut.
“Pihak kami akan mengundang semua komponen terkait yang ada di Tanjung Benoa seperti Bendesa Adat Tanjung Benoa dan Tengkulung, Lurah, LPM, para pengusaha water sport serta pihak Kecamatan Kuta Selatan,” sebutnya.

tanjung benoa bali water sportPertemuan tersebut bertujuan, mencari solusi dalam penanganan sampah yang belakangan banyak dikeluhkan oleh kalangan pengusaha dan warga Tanjung Benoa. Selama ini keberadaan sampah di Tanjung Benoa memang dikelola oleh pihak swasta. “Karena itu kami tidak mau mengambil alih peran swasta ini, namun secara bersama-sama menciptakan agar kawasan Tanjung Benoa bersih dan asri,” ucapnya.

Ketua Gahawisri Badung, Made Tromat yang juga seorang pengusaha water sport di Tanjung Benoa ini menyambut positif rencana pertemuan ini. Bahkan dia mendesak agar pertemuan ini secepatnya digelar sehingga solusi penanganan sampah bisa segera dihasilkan. Apalagi belakangan menurutnya tumpukan sampah sudah semakin banyak dan bahkan karena terbentur dengan truk pengangkutan yang rusak akhirnya dibuang di rawa-rawä.

Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Nyoman Wana Putra mengatakan desa adat akan mengambil alih penanganan sampah di kawasan Tanjung Benoa. Bahkan pihaknya sudah membentuk Badan Kebersihan Desa (BKD) yang menurutnya sudah siap mengelola sampah tersebut tinggal menunggu penyerahan dari Lurah dan LPM.

PostHeaderIcon Kunjungan Wisatawan ke Gianyar Melonjak

Jumlah kunjungan wisatawan ke Gianyar selama tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Januari sampai September saja sudah mencapai 512.983 orang yang didominasi oleh wisatawan mancanegara sebanyak 355.093 orang. Sementara untuk wisatawan domestik tercatat sebanyak 157.890 orang. Objek wisata peninggalan kebudayaan dan sejarah seperti Goa Gajah dan Tirta Empul Tampaksiring tetap menjadi tujuan utama untuk dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Rata-rata kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara di objek wisata Goa Gajah mencapai 3.400 orang per bulan.

Sementara wisatawan mancanegara lebih dari 17.000 per bulan. Untuk objek wisata Tirta Empul Tampaksiring kunjungan wisatawan domestik tercatat 10.000 orang lebih dan wisatawan mancanegara 28.294 orang. Goa Gajah dan Tirta Empul Tampaksiring menjadi primadona kunjungan wisatawan tiap tahunnya. Goa Gajah maupun Tirta Empul Tampaksiring telah ditetapkan pula sebagai objek wisata spiritual. Di mana kedua objek ini sudah sering dimanfaatkan untuk kegiatan semedi atau lainnya baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain kedua objek wisata tersebut, beberapa objek yang lainnya seperti Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu dan Bukit Jati juga sudah banyak menarik wisatawan domestik maupun mancanegara selama ini. Namun karena belum begitu dikenal, maka jumlah kunjungan wisatawan belum seramai di Goa Gajah maupun Tirta Empul Tampaksiring. Kendati, lokasi dari objek wisata tersebut cukup strategis sama dengan yang lainnya berada di jalur lalu lintas pariwisata.

Untuk bisa lebih menarik jumlah wisatawan, sudah dilakukan berbagai terobosan termasuk promosi. Jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sangat membludak ketika musim liburan panjang dan menyambut Natal dan Tahun Baru lalu. Khusus untuk wisatawan domestik, paling ramai ketika musim liburan panjang sekolah.

PostHeaderIcon Wisata Bahari di Lovina Ditutup Karena Cuaca Buruk

Puluhan orang pemandu wisata bahari di Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng mendadak tidak melaut. Padahal, wisatawan asing maupun tamu lokal sudah banyak yang memesan untuk tour melihat dolphin ataupun snorkeling. Hal ini menyusul hujan disertai angin kencang melanda Buleleng sejak beberapa hari terakhir. Pantai yang biasanya tenang, beberapa hari terakhir ini gelombangnya naik hingga 1,5 meter. Semua kapten (pengemudi perahu-red) hanya bisa duduk-duduk di tepi pantai sambil membersihkan perahu mereka. Para kapten ini hanya bisa pasrah karena mereka tidak bisa mengantarkan wisatawan untuk tour ke tengah laut akibat cuaca buruk. Bahkan, order yang mereka terima dari tamu maupun pengelola hotel terpaksa dibatalkan.

Adapun alasan tidak melayani tamu karena dikhawatirkan dengan keselamatan tamu yang diantarkan tour ke tengah laut karena cuaca buruk akhir-akhir ini. Padahal, puluhan tamu asing sudah mem-booking sejak jauh-jauh hari. Ini dikarenakan ombak besar membuat takut untuk melaut. Wisatawan yang sudah pesan terpaksa dibatalkan.

Sementara itu, tour ini juga belum bisa dipastikan kapan akan bisa melaut. Sebab, masalah cuaca di laut sangat sulit untuk diprediksi. Terkadang dari daratan cuaca biasa-biasa saja, namun setelah di tengah laut tiba-tiba turun hujan deras disertai angin kencang. Dengan kondisi ini maka diputuskan untuk tidak melayani tamu beberapa hari ke depan hingga cuaca benar-benar kembali normal.

Sementara itu, di Lovina wisata bahari dengan konsep tour ke tengah laut dengan objek dolphin dan juga snorkeling. Jasa wisata bahari ini dikelola oleh puluhan warga di Desa Kalibukbuk dan mereka kini sudah tergabung dalam organisasi Catur Karya Bhakti Segara. Satu kali melaut menempuh waktu perjalanan antara 1 hingga 3 jam. Untuk tamu asing jasa ini banyak dinikmati oleh wisatawan asal Eropa, Belanda, Pranscis, dan Australia. Sementara wisatawan lokal kebanyakan dari Jakarta, Surabaya , dan kota-kota besar lainnya.

PostHeaderIcon Potensi Desa Wisata Tabanan tak Tergarap

Kabupaten Tabanan yang menyimpan banyak potensi desa wisata, kini menghadapi kendala minimnya anggaran sehingga potensi-potensi itu tidak tergarap. Seperti halnya semua potensi desa wisata belum digarap maksimal karena keterbatasan anggaran yang ada.

Selain masalah anggaran, Tabanan juga menghadapi masalah kurangnya sumber daya manusia dan faktor minimnya daya dukung dari pemerintah untuk pengembangan desa wisata. Akibat keterbatasan tersebut, untuk sementara Tabanan hanya memfokuskan tiga desa yang dipakai sebagai proyek pengembangan desa wisata. Ketiga desa dimaksud adalah Candi Kuning di Kecamatan Baturiti, Desa Belimbing dan Desa Munduk Temu, keduanya berada di Kecamatan Pupuan.

Sementara itu, beberapa hal yang masih perlu dipersiapkan guna pengembangan desa wisata di tiga desa ini, di antaranya tenaga pariwisata berkualitas yang berasal dari desa tersebut. Guna mendapatkan kualitas tenaga pariwisata yang baik, maka telah dikirim beberapa warga yang berasal dari tiga desa rintisan tersebut guna mengikuti pelatihan-pelatihan di tingkat propinsi.

Selain itu, penyiapan beberapa sarana pendukung, seperti kondisi jalan, tempat tinggal, termasuk di dalamnya listrik dan air bersih, pos pelayanan kesehatan. Terpenting di kawasan tersebut, para wisatawan bisa mendapatkan suasana nyaman dan aman selama berwisata.

PostHeaderIcon Perkembangan Usaha Wisata Bahari di Bali Semakin Pesat

Kemajuan sektor pariwisata Bali mendorong makin pesatnya perkembangan usaha wisata bahari/wisata tirta di Bali. Pesatnya perkembangan wisatawan membuat kegiatan wisata bahari di Bali sudah dikategorikan terpadat di Asia Tenggara.

Pada tahun 1992 anggota Gahawisri Bali yang mengembangkan usaha wisata bahari hanya sekitar 20 orang/perusahaan. Memasuki tahun 2010, anggota Gahawisri Bali yang mengembangkan usaha wisata bahari mencapai 187 orang/perusahaan. Pertambahan jumlah pelaku pariwisata yang mengembangkan usaha wisata bahari menyebabkan usaha wisata bahari di Bali terbanyak dan terpadat, tidak hanya di Indonesia tetapi sudah terpadat di Asia Tenggara.

Melihat padatnya usaha wisata bahari di Bali, kegaitan wisata tirta perlu mendapatkan penanganan yang lebih baik. Ini meliputi pembenahan dalam kualitas SDM, produk wisata bahari, pelayanan dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan wisata bahari. Selain itu, padatnya kegiatan wisata bahari di Bali perlu diimbangi dengan penataan objek wisata yang menjadi tempat kegiatan wisata bahari. Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur untuk memudahkan pelaku wisata bahari dalam upaya penataan objek wisata yang menjadi lokasi kegiatan wisata bahari.

Selain itu juga, dengan padatnya kegiatan wisata bahari di Bali menunjukkan tiap jengkal sungai, danau dan laut di Bali memiliki nilai yang sangat mahal. Untuk itu, pelaku yang bergerak dalam bidang usaha wisata bahari memiliki kewajiban untuk ikut menata objek-objek wisata yang menjadi tempat kegiatan wisata bahari. Sementara itu, padatnya kegiatan wisata bahari berpotensi terjadi kerusakan flora dan fauna seperti ikan termasuk terumbu karang, terutama di laut. Untuk menekan kerusahaan alam tersebut, pengusaha wisata bahari perlu menjaga kebersihan lingkungan tempat pelaksanaan kegiatan wisata bahari.

Sementara itu juga,, melihat banyak usaha wisata bahari di Bali pengusaha wisata bahari diminta menghindari adanya praktik perang tarif. Adanya perang tarif ini akan berdampak pada penurunan kualitas layanan kepada wisata pengguna jasa wisata bahari. Penurunan layanan jasa wisata bahari ini akan berdampak pada turunnya citra pariwisata Bali. Pengusaha wisata bahari harus mampu memberikan jaminan keselamatan bagi wisata yang melakukan kegiatan wisata bahari baik snorkling, diving termasuk usaha wisata bahari lainnya. Ini di antaranya dengan menggunakan SDM pemaandu wisata bahari yang telah bersertifikasi. Pengusaha wisata bahari diminta menyampaikan kegiatan wisata bahari kepada pemerintah.

PostHeaderIcon Perlu Keseriusan Garap Wisata Agro di Bangli

Potensi pariwisata agro yang tersebar di sejumlah lokasi yang ada di Kabupaten Bangli perlu digarap dengan serius. Wisata agro memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan sekaligus jika dikelola dengan baik akan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan di Bangli. Bangli memiliki banyak potensi wisata agro, oleh sebab itu ini perlu dikemas dan dikembangkan dengan baik.

Wisata agro di Bangli ini harus digarap secara lebih maksimal. Sementara itu, adupun permasalahan yang dihadapi Bangli saat ini adalah proses pembangunan yang belum terintegrasi antar satu kawasan dengan kawasan lain. Khusus untuk pariwisata, Bangli bukan hanya Kintamani saja, namun juga daerah lain yang memiliki potensi yang sama. Untuk itu melalui pembangunan terintegrasi, diharapkan ke depan Bangli akan mampu bersaing dengan kabupaten lainnya di Bali.

Sementara itu, wisata agro yang ada di Bangli selain Kintamani, potensi wisata agro yang ada di Bangli tersebar di sejumlah kawasan dengan ciri khas dan keunikan yang dimilikinya. Ini potensi luar biasa yang harus menjadi perhatian pemerintah dan Bupati Bangli.

PostHeaderIcon Tanah Lot Art Festival Kembali Digelar

Sebagai destinasi favorit di Bali, DTW (daerah tujuan wisata) Tanah Lot tak pernah kering dengan aktivitas seni dan budaya. Selain memiliki beberapa pura yang mampu menciptakan atraksi budaya alami, juga adanya keinginan memberi inovasi dan pihak pengelola yang kreatif.

Buktinya, tahun 2010 ini DTW yang mendapat penghargaan Emerald (sebuah penghargaan tertinggi) THK (Tri Hita Karana) Awards & Accreditation ini kembali menggelar Tanah Lot Art Festival. Acara tersebut akan digelar pada 27 Juli – 02 Agustus mendatang yang dipusatkan di Obyek Wisata Tanah Lot, Kediri, Tabanan.

Seni dan budaya yang ada di Kabupaten Tabanan memiliki keragaman dan kekhasan tersendiri dibandingkan dengan kesenian di daerah lainnya. Hal itu merupakan potensi yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata, di samping sebagai upaya pelestarian juga pengembangan. Aktivitas ini juga menjadi sebuah promosi destinasi yang diharapkan mampu untuk mengajegkan seni budaya Bali yang Adi Luhung.

Selain itu, Tanah Lot Art Festival 2010 akan mengacu pada 5 materi pokok yaitu Pagelaran, Lomba, Parade, Pameran dan Dokumentasi. Selama pelaksanaan, puluhan seniman dan ribuan masyarakat Tabanan akan terlibat. Lewat pelaksanaan Tanah Lot Art Festival diharapkan akan lahir budayawan muda yang berprestasi. Juga memberikan penyegaran bagi kehidupan manusia. Sesuai Perda No.3 tentang Pariwisata Budaya yang menekankan Budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu, itu berarti wajib melestarikan dan mengembangkan budaya Bali.

Sementara itu, dalam pagelaran akan menampilkan kesenian Wayang Cenk Blonk, Kesenian klasik dan kreasi baru khas Tabanan, Joged
Bumbung Mebarung, kontemporer, Geguntangan dan Pesantian, Arja Klasik, Drama Gong, Gender Wayang dan Pragmentari Bleganjur. Parade menampilkan : Parade Gong Kebyar Wanita diikuti 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan, Parade Gong Kebyar Dewasa dan Anak-anak juga ,Parade Gong kebyar dewasa, Parade angklung kebyar.

Sementara itu, untuk kegiatan lomba akan menampilkan lomba layang-layang, lomba merangkai bunga, janur, makanan dan busana (PKK), lomba Klepon dan Kuliner khas Kabupaten Tabanan. Sementara kegiatan pameran akan menampilkan produk-produk unggulan perindustrian pangan, kerajinan dan desain, pameran foto dan film dokumentasi obyek pariwisata, pameran buku-buku tentang obyek pariwisata dan pameran lukisan.

PostHeaderIcon Nikmati Keunikan Nusa Lembongan

Bagai air mengalir, wisatawan mancanegara berwisata ke Pulau Nusa Lembongan. Maka tak salah kalau pulau kecil ini menjadi salah satu objek wisata bahari terfavorit bagi wisatawan. Ribuan wisatawan dalam setiap harinya datang ke pulau mungil yang terletak di Kabupaten Klungkung itu. Bahkan, saat peak season jumlah wisatawan yang datang ke sana bisa mencapai 1.500 orang.

Manisnya madu Nusa Lembongan membuat sejumlah perusahaan cruise menjual paket liburan ke sana. Salah satunya adalah Bounty Cruise yang bermarkas di Benoa. Pagi hari sekitar pukul 09.30 Wita. Bounty Cruise sudah memulai perjalanannya ke Nusa Lembongan, penumpang Iayaknya seorang raja, karena dilayani ramah para kru kapal. Layaknya fasilitas di kapal pesiar mewah, sarapan pagi sudah tersedia di kapal itu.

Agar bisa menikmati fasilitas ini wisatawan harus membeli tiket, seharga Rp.700.000, untuk wisatawan asing dan untuk wisatawan domestik hanya Rp.600.000. Yang menarik adalah paket liburan untuk warga lokal Bali harganya sangat murah dan terjangkau, Rp.400.000 per orang.

Dengan biaya itu, kita sudah bisa menikmati banyak permainan dan fasilitas. Makan sepuasnya, bisa memanfaatkan permainan banana boat, snorkeling, jalan-jalan menikmati indahnya Pulau Nusa Lembongan hingga main prosotan (terjun). Namun jika ingin mencoba diving atau jet ski ada tambahan biaya.

Pemilik Bounty Cruise menyatakan, sudah saatnya masyarakat Bali mengenal Bali lebih banyak. Wisatawan asing datang ke Bali untuk berlibur. Kenapa warga lokal tidak berlibur di rumah sendiri. Untuk itu, Bounty Cruise memberikan special prices kepada masyarakat lokal. Karena mereka juga perlu menikmati keindahan Bali.

Perjalanan dari Benoa ke Pulau Nusa Lembongan kurang lebih 1 jam dengan kecepatan kapal 20 -25 knot atau 45 kilometer per jam. Selama perjalanan kita bisa menikmati sejumlah hiburan, mulai dari nonton film hingga bernyanyi bersarna di atas deck kapal. Lagu-lagu yang dimainkan grup band ini disesuaikan dengan pasar wisatawan. Hari Senin misalnya, khusus melayani wisatawan dari China sehingga lagu yang dimainkan adalah lagu Mandarin. Sekitar pukul 10.30 Wita perjalanan sudah sampai di pontoon bounty cruise. Pontoon ini digunakan kapal untuk berlabuh, sebab Nusa Lembongan belum punya dermaga.

Pontoon ini seperti pulau kecil yang dilengkapi sengan sejumlah fasilitas, mulai dari restoran hingga berbagai permainan. Tempat ini juga digunakan sebagai tempat transit menuju ke Pulau Nusa Lembongan yang menggunakan sekoci dengan jarak sekitar 1 kilometer.

Nusa Lembongan

Nusa Lembongan adalah pulau kecil yang tanahnya berkapur. Kehidupan masyarakat di sana memang terkesan terisolir mengingat belum adanya transportasi yang memadai. Sejumlah villa dan hotel sudah berdiri di bukit terjal dari pinggir pantai. Bahkan di pinggir jalan sempit berukuran 2,5 meter sudah ada sejumlah art shop dan warung internet. Untuk menuju ke sejumlah objek di pulau ini kita menggunakan angkutan pick up beratap terpal. Setelah menempuh jarak sekitar 5 kilometer, kita sampai di perkampungan sentra rumput laut. Di tempat ini kita akan menemukan para petani yang tengah membersihkan rumput laut, juga proses pengolahannya.

Menjadi tempat kunjungan yang menarik adalah sebuah rumah unik berupa gua bawah tanah yang dinamai rumah Gala Gala. Untuk memasuki Gala Gala yang berupa goa ini, kita harus menuruni tangga, karena rumah ini terletak 10 meter di bawah permukaan tanah kapur. Tinggi gua ini bervariasi dari sekitar 1-1,75 meter, tak jarang kita harus menunduk dan berjongkok untuk menuju ruangan-ruangan yang ada.

Gala Gala dibuat sejak tahun 1961 hingga 1976 oleh seorang penduduk Desa Lembongan bernama Made Byasa yang berprofesi seorang dalang. Karya unik Byasa tersebut terinspirasi dari kisah kehidupan keluarga Pandawa yang hidup di hutan. Selama 17 tahun Byasa bekerja siang dan malam untuk mewujudkan karya monumentalnya itu. Sejak umur 75 tahun, tubuh rentanya terus menggali sampai umumya menginjak 93 tahun barulah ia berhenti, kemudian Ia meninggal pada usia 96 tahun.

PostHeaderIcon AS Pasar Potensial Wisata Konvensi

Bali sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan Amerika Serikat (AS), menurut Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Kadisparda) Bali, sangat potensial mengembangkan wisata meetings, incentives, conventions and exhibitions (MICE) atau konvensi. Berdasarkan analisis pasar, tiap tahunnya perusahaan-perusahaan di AS membelanjakan milyaran dolar AS untuk wisata konvensi bagi distributor, agen dan karyawannya.

Untuk dapat menangkap pasar wisata konvensi dari wisatawan AS, perlu dilakukan pendekatan kepada Singapura (Singapore Airlines dan Singapore Tourism Board) dalam rangka merencanakan paket twin market antara Singapura dan Bali untuk paket MICE bagi AS.

Selama ini destinasi internasional yang menjadi tempat favorit untuk tempat kunjungan wisata konvensi bagi wisatawan AS, adalah Caribbean, Meksiko, kawasan Asia Pasifik seperti Singapura, Hongkong, Seoul dan Bangkok. Turis AS sangat peduli dengan kelestarian lingkungan hidup sehingga berbagai produk pariwisata dengan konsep eco friendly menjadi pilihan utama mereka. Promosi-promosi yang berlabel ramah lingkungan tentunya akan sangat efektif di pasar AS.

Tingginya minat perusahaan multinasional, BUMN dan ekspatriat untuk melakukan meeting dan incentive tour ke kawasan wisata di Bali, juga diakui kalangan pengusaha hotel. Adanya kegiatan MICE yang digelar di Bali sangat mendongkrak tingkat hunian hotel di Bali.

Order-order MICE sangat ditentukan oleh pendekatan personal khususnya dengan agen MICE tertentu. Tak ketinggalan melakukan sales call ke pemerintah serta fleksibilitas dalam mengakomodasi permintaan organizer.

Selain itu, dari segi revenue grup MICE sangat tinggi, spending money wisatawan MICE 10 kali lebih besar daripada wisatawan biasa, karena wisatawan MICE dipastikan akan memakai kamar, menikmati kuliner dan ruang meeting.
Banyaknya wisatawan mancanegara yang memilih Bali sebagai wisata MICE juga tidak terlepas dari keramahtamahan masyarakat dan lingkungan yang aman serta nyaman.