Search

PostHeaderIcon Pecahkan Rekor Muri, Lomba Rias Pengantin Bali Modifikasi

Lomba rias pengantin Bali modifikasi yang diikuti 315 peserta digelar serangkaian dengan kegiatan Nusa Dua Fiesta (NDF) 2009, mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Dalam catatan Muri sebelumnya telah tercatat jumlah lomba tata rias pengantin nusantara sebanyak 204 peserta di Jakarta. Perlombaan ini adalah bertujuan untuk mempromosikan rias pengantin Bali kepada masyarakat luas.

Acara tersebut berlangsung dengan didukung Asosiasi Rias Pengantin Modern Indonesia, BTDC, bekerja sama dengan Yayasan Kecantikan Agung, di Nusa Dua, Minggu (18/10) kemarin.

Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Menbudpar Bidang Ekonomi dan Iptek Titin Sukarja, Ketua PKK Provinsi Bali Nyonya Ayu Pastika, Dirut BTDC I Made Mandra, dan ratusan undangan yang memenuhi kalangan Amphie Teather. Para peserta yang terlibat adalah para remaja Bali, baik dari kalangan sekolah tingkat atas (SMK), dan para pemilik salon yang tersebar di seluruh Bali.

Kendati lomba berlangsung sedikit gerah karena cuaca panas di sekitar kawasan Nusa Dua, namun peserta tetap semangat untuk mengikuti penilaian hingga lomba berakhir selama kurun waktu satu jam.

Kriteria lomba yang dinilai adalah keserasian, pewarnaan dan cara merias yang benar dan sesuai dengan pakem. Begitu pula lomba ini sangat mengedepankan objektivitas, sehingga hasil atau juara yang diharapkan benar-benar objektif.

Menurut Ketua Yayasan Kecantikan Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung, perkembangan tata rias di Bali utamanya rias pengantin modern sangat diminati. Dikatakan, tata rias modifikasi sangat relevan dengan perkembangan bisnis kekinian, utamanya dalam membuka lapangan kerja baru bagi para remaja Bali.

Penggunaan rias modern memang jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan penggunakan tata rias tradisional Bali atau rias agung. Tata rias modern Selain simpel mudah dipelajari dalam waktu singkat, sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar. “Para penata rias yang telah belajar melalui kursus dua atau tiga minggu, para peserta dipastikan mampu mendalami bagaimana cara merias wajah beserta aksesorisnya,” kata Agung Ayu.

Ia mengatakan sejak yayasan ini berdiri sekitar dasawarsa terakhir telah menamatkan ribuan siswa kursus kecantikan. “Ada sekitar 3.500 orang yang telah kami tamatkan,” ungkapnya seraya menyatakan, untuk ke depan budaya tata rias dapat dikembangkan di kalangan masyarakat.

Ketua Asosiasi Rias Pengantin Modifikasi Modern Indonesia Ny. Kun Muliono dan Ketua Umum Tiara Kusuma Ikatan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Indonesia, Ny. As Jafar, sepakat menyatakan mendukung kegiatan ini. Sehingga, kedepan perkembangan tata rias mampu menjadi pengembangan intlektual diri dan prosfesional di bidangnya. Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah dan piagam bagi para pemenang.

Leave a Reply

Please insert the signs in the image: