Search

Archive for February, 2010

PostHeaderIcon Usaha Wisata Bahari mulai Menggeliat

Terik matahari yang menyengat, ternyata menjadi berkah bagi para pengusaha bahari. Pasalnya, permintaan wisata bernuansa olah raga dan tantangan (extreme sport ), seperti surfing (selancar), jetski, paralayang, diving dan snorkeling ini turut terdongkrak.

Menurut seorang pengusaha wisata bahari di Tanjung Benoa, cuaca panas akhir-akhir ini menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang mengunjungi dan menikmati wisata minat khusus di Bali. “Untuk saat ini, wisata jetski paling banyak diminati wisatawan mancanegara. Bahkan, dalam sehari mereka yang mencoba aktivitas ini lebih dari 50 orang. Di samping jumlah kunjungan tinggi, uang dibelanjakan juga besar,” ungkapnya Senin (22/2) kemarin.

Teriknya panas matahari, diakuinya, memberikan banyak keuntungan bagi usaha wisata bahari mencapai 20-50 persen. “Dengan meningkatkan wisatawan yang bermain di pantai kemungkinan kerugian saat musim hujan dapat teratasi. Sebab wisman jenis ini mempunyai tingkat pengeluaran uang yang tinggi, bisa dua tiga kali lipat dibanding wisatawan pada umumnya,” katanya.

Sementara itu, seorang pengusaha wisata bahari lainnya juga mengatakan, wisata minat khusus surfing (selancar), jetski, paralayang, diving dan snorkeling sangat terpengaruh dengan cuaca panas saat ini.

Ia optimis potensi wisata minat khusus akan menjadi tempat pilihan berwisata untuk menghabiskan musim libur mereka selama di Bali. “Wisata minat khusus ini sangat terpengaruh dengan cuaca. Kendati bagi wisatawan minat khusus, harga tidak jadi masalah, namun jika cuaca buruk mereka akan berpikir dua kali untuk beraktivitas di laut,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar turis mancanegara seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa menyukai wisata bernuansa olah raga dan tantangan ( extreme sport ).

PostHeaderIcon Perayaan Imlek, Wisata Bahari Menggeliat

Akibat adanya krisis global memang berakibat adanya penurunan kunjungan wisatawan ke Bali memasuki Februari 2010 ini. Sekretaris DPD Gahawisri Bali, Rabu (10/2) kemarin mengatakan, kedatangan wisatawan Cina dan Taiwan serangkaian perayaan Imlek ini menggeliatkan kegiatan wisata bahari di Bali.

Dikatakan, penggunaan jasa wisata bahari oleh pasar domestik maupun pasar wisatawan mancanegara (wisman) memasuki akhir Januari 2010 mengalami penurunan mencapai 20 persen. Jasa wisata bahari masih banyak dimanfaatkan oleh wisatawan dari pasar Asia seperti Jepang.

Ia menjelaskan, dengan adanya rangkaian perayaan Imlek Februari 2010 ini, cukup memberikan berkah bagi pengusaha wisata bahari di Bali. Kedatangan wisatawan asal Cina dan Taiwan ke Bali dalam rangkaian perayaan Imlek bisa memberikan kontribusi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali. Di bagian lain, bersamaan dengan perayaan Imlek ini, wisatawan asal Cina dan Taiwan yang berlibur ke Bali bisa lebih banyak memanfaatkan jasa wisata bahari di Bali.

Ia memaparkan, perayaan Imlek berlangsung 14 Februari 2010. Penggunaan jasa wisata bahari oleh wisatawan Cina dan Taiwan ini mulai tanggal 7-14 Februari 2010. Peningkatan orderan jasa wisata bahari oleh wisatawan Cina dan Taiwan ini diharapkan bisa mendongkrak pendapatan dari pelaku pariwisata di Bali yang bergerak dalam jasa wisata bahari.

Ia berharap melalui perayaan Imlek ini, orderan jasa wisata bahari pada bulan Februari ini bisa mengalami peningkatan mencapai 20 persen dibandingkan hari-hari biasa. Ini sekaligus bisa mendorong pengusaha wisata bahari untuk tetap bergairah menawarkan kegiatan wisata bahari bagi wisatawan yang berlibur ke Bali.

Ia menambahkan, kegiatan wisata bahari yang digemari oleh wisatawan Cina dan Taiwan ini meliputi water sport. Wisatawan Cina dan Taiwan ini juga menyukai kegiataan wisata bahari seperti snorkling, rafting dan diving.