Bangun Image Perkampungan, Andalkan View Alam Lepas

Para pedagang kuliner di kampung turis Ubud harus pintar mencari celah agar usaha mereka bisa eksis. Untuk membangun sebuah image, mereka harus punya kuliner andalan dan panorama alam yang memadai. Seperti, Warung Sawah Indah yang berlokasi di Jalan Raya Goa Gajah, Teges Kangin, Peliatan, Ubud.

Bicara Kuliner di kampung turis Ubud selalu menarik untuk diikuti. Di kecamatan yang menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di kabupetan Gianyar itu banyak dikenal makanan yang menjadi favorit turis, warga domestik, hingga pejabat tinggi. Sebut saja Bebek Bengil, Warung Guling Ibu Oka, Tepi Sawah dan lainnya. Kini, satu lagi warung yang ingin mengikuti sukses warung itu adalah Warung Sawah Indah yang mengandalkan gurami goreng dengan harga miring dan terjangkau bagi semua kalangan. Lokasinya kurang lebih 400 meter masuk ke utara di Jalan Raya Goa Gajah, Banjar Teges Kangin, Peliatan.

Warung yang juga menyediakan kolam pancing itu berdiri diatas lahan seluas 27 are. Lokasi warung yang dibuka 20 September lalu itu juga menghubungkan langsung ke sawah petani yang cukup luas. Nuansa tradisional menjadi andalan Warung Sawah Indah. “Kita ingin pengunjung makan sambil bersantai dengan suasana pedesaan yang kental,” kata Eka Sugiyantha, owner Sawah Indah.

Eka menyebutkan. selain gurami goreng dengan bumbu khas Bali juga dijual bebek goreng dengan harga terjangkau.”Sasaran kita bukan hanya wisatawan asing, tapi warga lokal. Jangan sampai warga lokal takut untuk datang,” ujar suami dari Yuli Setyawati itu. Sebulan buka, kata Eka, pengunjung yang datang cukup lumayan. Mereka berasal dari Jakarta, Surabaya, wisatawan asing hingga warga lokal.” View seperti ini membuat orang jadi betah,” ujarnya sambil menunjukan hamparan sawah. Pemandangan akan indah saat tanaman padi sedang tumbuh subur. Hamparan hijau akan terlihat jelas,” katanya meyakinkan.

Untuk memperkenalkan Sawah Indah yang dikelolanya. bapak satu anak itu mengaku melakukan banyak kiat. Selain aktif menyebarkan brosur ke berbagai tempat, pihaknya juga menyediakan kolam pancing bagi pengernar memancing. Nanti ikan yang didapatkan di kolam bisa dimasak di sini. Nanti ditimbang plus beli bumbu,” Sebutnya. Eka menegaskan, dirinya sama sekali tidak memiliki bakat kuliner. Cuma, istrinya Yuli Setyawati memang hoby memasak. Lantas kenapa memilih nama Sawah Indah ? Eka menjawab diplomatis, ini sesuai dengan lokasinya yang dekat sawah,” cetusnya.

Lantas berapa harga untuk ikan gurami ? Eka menyebutkan, untuk ikan gurami, pihaknya bisa menjual Rp 35 ribu, bebek goreng Rp 22 ribu dan lele Rp 10 ribu. “Satu keluarga tidak sampai menghabiskan uang banyak. Semuanya terjangkau,” tandasnya. Ditanya kritik yang datang dari pengunjung, Eja jujur mengakui masalah jalan yang belum di aspal. Memang jalannya sedikit bergelombang karena menuju areal sawah.”Kami berharap akses jalan ini segera mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please insert the signs in the image: