Search

PostHeaderIcon Dulu Semak Belukar, Kini Semarak Sea Sport Activity

Sepuluh tahun terakhir wajah Tanjung Benoa berubah total dari yang sebelumnya dikelilingi semak belukar dan batu karang yang tandus. Perubahan tersebut akhirnya menempatkan Tanjung Benoa menjadi kawasan wisata yang sama dan sejajar dengan kawasan wisata lain seperti Sanur, Kuta, Nusa Dua dan Ubud. Bahkan kini Tanjung Benoa terkenal dengan brand yang sudah mendunia yakni sea sport activities pertama dan terbesar di Bali bahkan Indonesia.

parasailing-1Dulu mata pencaharian masyarakat setempat hanyalah nelayan, pemecah batu kapur dan mencari rumput laut untuk menunjang kepulan asap dapur dan membiayai pendidikan sekolah anak-anak. Kini semuanya telah beralih ke industri pariwisata khususnya sarana dan penunjang aktivitas water sports. Waktu itu mau beralih ke pariwisata namun muncul keraguan karena ada anggapan pariwisata itu jelek. Tapi setelah dijalani, semuanya sukses dan punya usaha sendiri. Kini, perubahan hidup masyarakat Tanjung Benoa luar biasa,” kata I Ketut Sukada Executive House Keeper Bali Tropic Resort & Spa sembari meminta terkait keadaan dan perkembangan Tanjung Benoa sebagai kawasan wisata sebaiknya mewawancarai Pak Jro Karang dan Wayan Ranten biar informasinya lebih sempurna. “Mereka adalah pelopor Tanjung Benoa sebagai kawasan wisata,” sebutnya.

Ditemui di tempat bisnisnya di Tanjung Benoa I Wayan Ranten membenarkan bahwa wajah Tanjung Benoa kini telah berubah setelah pemerintah daerah menjadikannya sebagai kawasan pariwisata sejak tahun 1985. “Dulu Tanjung Benoa hanyalah semak belukar dan tanahnya tandus. Sejak dibuka menjadi kawasan pariwisata terjadilah kemajuan yang pesat khususnya di bidang wisata bahari. Karena sebagian penduduknya punya pekerjaan sebagai nelayan maka sangat mudah dikembangkan menjadi wisata bahari. Tahun 1990 kawasan Tanjung Benoa sudah mulai eksis di bidang wisata bahari. Ini semua berkat kerja keras, jujur dan terbuka warga kami disini,”cerita Pak Ranten sapaan akrabnya

The owner Lingga Sempurna Water Sport ini menyebutkan, kini Tanjung Benoa telah semarak dengan sea sports activity yang hampir semua dikelola dan melibatkan masyarakat setempat. Sea sports activities lanjutnya, didukung oleh beberapa aktivitas dilaut yang memanjakan tubuh sekaligus menguji nyali seperti parasailing, jet sky, banana boat, scuba diving, flying fish, snorkeling, fishing dan trolying. “Semua ini dilakukan oleh wisatawan dengan aman dan nyaman karena dipandu oleh instruktur yang profesional dan sudah puluhan tahun menggeluti aktivitas ini,” kata pria yang punya moto berselimut angin berbantal ombak kapan dan dimana pun.

Pak Ranten memastikan tiap hari kurang lebih 500-600 wisatawan (domestik dan mancanegara) membaur di pantai Tanjung Benoa untuk melakukan sea sports activities. “Bila musim liburan sekolah dan high season jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjung Benoa menembus angka 2 ribu,” sebutnya memastikan. Dalam waktu dekat pihaknya akan menghidupkan kembali Community Tanjung Benoa (CTB) yang pernah ada beberapa tahun lalu. “Kalau sebelumnya CTB hanya bergerak di bidang kebersihan dan pemberdayaan sumber daya manusia, maka community yang akan datang akan melingkup seluruh aspek yang bersentuhan langsung dengan Tanjung Benoa Sebagai kawasan wisata bahari pertama dan terbesar di Bali dan Indonesia,” tegasnya.

Kawasan wisata Tanjung Benoa berada di Kelurahan Tanjung Benoa sekitar 8 kilometer dari utara kawasan wisata BTDC Nusa Dua. Kelurahan Tanjung Benoa memiliki 6 banjar yakni banjar Tengkulung, banjarTengah, banjar Pascima, banjar Kangin, banjar Anyar dan banjar
Panca bhineka.

Leave a Reply

Please insert the signs in the image: