Restorasi Terumbu Karang Ikon Fiesta Nusa Dua Bali

Selain restorasi terumbu karang ada beberapa aktivitas baru yang merupakan kreasi dan inovasi dari BTDC untuk melibatkan stakeholder dan masyarakat pada Nusa Dua Fiesta tahun 2009. Selain bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya fungsi terumbu karang, program Coral Restoration (restorasi karang) sebagai upaya untuk memperbaiki terumbu karang, dimana terumbuh karang sebagai organisme yang mampu menghasilkan O2 mengurangi pemanasan global (global warming). “Langkah perbaikan yang dilakukan adalah pada awal program ini BTDC akan menempatkan 16 Karang buatan (Submarine Reef) yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2009. Transplantasi Karang (Reef Transpiatation) yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2009, yang menjadi salah satu kegiatan Nusa Dua Fiesta 2009,” kata Panama Hutasoit Kordinator Coral Restoration Nusa Dua Fiesta 2009.

Ketua Umum Nusa Dua Fiesta Drs.Solichin mengakui ada beberapa aktivitas baru pada Nusa Dua Fiesta kerjasama BTDC dengan stake holder dan masyarakat. “Salah satunya adalah restorasi coral. Saya pikir ini suatu terobosan untuk melestarikan terumbu karang yang sudah terdegradasi,”kata Solichin sembari menjelaskan aktivitas lain yang dibilang baru yakni Garuda Indonesia Bali International Marathon dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2009 yang akan diikuti 10.000 dan Lomba Merias 300 Pengantin Tradisional Bali (modifikasi) yang akan memecahkan rekor Muri.

Selain itu lanjutnya, ada juga pelepasan tukik (Turtle Release) Green Camp Nusa Dua Fiesta 2009, merupakan kelompok anak-anak peduli lingkungan (Environment Kids Club) adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar sekelurahan Benoa, yang dimentori oleh hotel-hotel di Nusa Dua. “Acara dipandu oleh Dik Doang dan kegiatannya adalah mengajak anak-anak untuk peduli lingkungan, dengan melestarikan laut dan pesisir dari segala isinya dalam bentuk permainan maupun lomba lukis,”ungkapnya. Juga Parade Jukung traditional dan Nusa Dua Golf tournament memperebutkan piala Menteri BUMN yang akan dilaksariakan pada tanggal 17 Oktober 2009. “Garuda Indonesia Bali International Marathon dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2009 yang akan diikuti 10.000 orang pelari, baik dari dalam maupun mancanegara mewamai Nusa Dua Fiesta tahun ini, sebutnya menjelaskan Nusa Dua Fiesta 2009 berlangsung selama 5 hari diikuti oleh 20 Propinsi, 27 Kabupaten/Kota, 2 Departemen dan 5 BUMN di Indonesia, serta kurang lebih 100 stand/booth dengan harga per stand/booth sebesar Rp. 13 juta rupiah.

Menurut Panama berdasarkan penelitian untuk mengkaji struktur ekologi komunitas karang dan ikan karang di kawasan pesisir BTDC Nusa Dua, Bali (Juli 2009), diketahul bahwa sebaran terumbu karang di kawasan pesisir BTDC Nusa Dua, (manta tow survey), menunjukan hamparan habitat terumbu karang dengan tipe gugusan terumbu tepi yang berbentuk flat (datar) dan slope (miring) serta karakteristik perairan laut andai dengan hamparan pasir putih dan banyak dimanfaatkan untuk aktifitas pariwisata. Kondisi terumbu karang dengan penekanan pada persentase tutupan karang batu atau hard coral menunjukkan kondisi terumbu karang Nusa Dua termasuk ke dalarn kategori sedang sampai dengan baik. Sedangkan analisa terhadap keanekaragaman ikan menunjukkan bahwa family Acanthuridae, Chaetodontidae, dan Pomacentridae merupakan kelompok yang paling sering ditemukan di kawasan ini dengan jumlah individu yang relatif banyak.

Seperti kondisi terumbu karang lainnya di Indonesia yang mengalami kerusakan, baik akibat tekanan alami maupun antropogenik yang disebabkan dampak lokal manusia, terumbu karang Nusa Dua juga mengalami tekanan serupa. Beberapa hamparan patahan karang (rubble) ditemukan di beberapa tempat. “Penyebabnya kemungkinan terinjak jangkar atau bom ikan di masa lalu. Praktek perikanan merusak, seperti penangkapan ikan hias dan konsumsi menggunakan potasium sianida juga ditengarai pernah terjadi di masa laIu di kawasan ini. Namun, kini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat lokal Nusa Dua dan juga nilai tambah yang diperoleh lewat pariwisata bahari yang telah dirasakan, praktek perikanan merusak sudah berhenti. Begitupun dengan dibangunnya penambat apung (mooring buoy) untuk mencegah penjangkaran ke karang,”bebernya.

Meskipun praktek merusak telah dihentikan, namun kerusakan ekologi yang telah terjadi, ayak mendapat perhatian semua pihak. Bali Tourism Development Corporation (BTDC) selalu pengelola kawasan resor Nusa Dua melakukan inisiatif melakukan pemulihan ekosistem yang telah terdegradasi, lewat program restorasi karang. Selain bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran akar pentingnya fungsi terumbu karang, program Coral Restoration (restorasi karang), sebagai wujud upaya memperbaiki terumbu karang yang selama ini telah rusak ataupun presentase penutupannya sangat sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please insert the signs in the image: