Search

Archive for the ‘Obyek Wisata Bali’ Category

PostHeaderIcon Wisata Petualang, Dibanjiri Wisman dan Domestik

Berwisata sambil menikmati alam, menjadi pilihan untuk menghilangkan rasa penat dan kesibukan sehari-hari. Memasuki pengujung tahun 2009, sejumlah objek wisata petualang di Bali, dibanjiri wisatawan mancanegara maupun domestik. Begitu pun untuk mengisi musim liburan Natal dan Tahun Banu tahun ini, potensi alam di perbukitan lengkap dengan fasilitas lewat berpetualang cukup diminati sebagian wisatawan yang datang ke Bali.

Salah satu pengelola jasa wisata petualang yang ada di Tabanan, menjadi incaran sebagian wisman maupun wisdom. Salah seorang Pemasaran dan Operasionalnya, akhir pekan lalu membenarkan tren wisata petualang makin favorit di kalangan wisatawan saat ini.

“Dengan potensi alam yang indah, menelusuri perbukitan, sungai, kawasan persawahan dan nuansa pedesaan ditambah rute yang cukup menantang, menjadi daya tarik tersendiri tiap penjelajal,” ungkapnya. Apalagi pada musim liburan Natal dan Tahun Baru, banyak agen yang langsung menawarkan paket petualang di kawasan yang terletak di bawah kaki Gunung Batukaru itu.

“Pada musim liburan Natal dan Tahun Baru kunjungan ke sini meningkat dibanding hari biasa,” ujarnya. Ia mengatakan, dilokasi ini wisatawan bisa menikmati wisata petualang yang cukup seru dengan menggunakan kendaraan khusus untuk menjajal objek tersebut.

Ia mengatakan, pihak pengelola wisata tersebut menyiapkan perjalanan yang bisa ditentukan oleh pelancong dengan jarak tempuh hingga sembilan kilometer.

“Namun bagi pelancong pemula disediakan juga lokasi yang hanya memutar dengan jarak tempuh lebih kurang 200 meter,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, tarif harga untuk paket wisata petualang bagi wisatawan mancanegera sebesar 70 dolar AS atau sekitar Rp 700 ribu sedangkan wisatawan domestik sebesar Rp 400 ribu per orang. Ia menjelaskan, wisata petualang ini berdiri sejak tahun 1998 dengan menyediakan kendaraan petu alang sebanyak 15 unit.

“Kendaraan adventure tersebut khusus didatangkan dari Australia. Karena permainan seperti ini sangat disenangi oleh penduduk asal negeri kangguru itu,” ucapnya. Dikatakan, pengunjung wisata tersebut kebanyakan turis asal Australia, Rusia, Singapura dan Jepang.

“Wisatawan yang datang ke sini pada hari biasa berkisar 10 orang hingga 15 orang per hari. Tetapi kalau hari libur jauh lebih meningkat,” katanya. Salah seorang wisatawan Australia mengaku sangat senang menikmati wisata petualang seperti ini.

“Saya senang bermain kendaraan ini, apalagi didukung dengan objek persawahan yang dilator belakangi gunung. Walau medan berat tetapi saya sangat menikmati wisata itu,” katanya. Ia mengatakan, masyarakat Australia sangat senang dengan petualangan, maka dari itu bagi mereka naik motor seperti ini tidaklah asing lagi. Pokoknya saya sangat seru bermain ini”. kata wisman Australia ini sembari bergegas menuju arena petualangan tersebut.

PostHeaderIcon Pecahkan Rekor Muri, Lomba Rias Pengantin Bali Modifikasi

Lomba rias pengantin Bali modifikasi yang diikuti 315 peserta digelar serangkaian dengan kegiatan Nusa Dua Fiesta (NDF) 2009, mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Dalam catatan Muri sebelumnya telah tercatat jumlah lomba tata rias pengantin nusantara sebanyak 204 peserta di Jakarta. Perlombaan ini adalah bertujuan untuk mempromosikan rias pengantin Bali kepada masyarakat luas.

Acara tersebut berlangsung dengan didukung Asosiasi Rias Pengantin Modern Indonesia, BTDC, bekerja sama dengan Yayasan Kecantikan Agung, di Nusa Dua, Minggu (18/10) kemarin.

Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Menbudpar Bidang Ekonomi dan Iptek Titin Sukarja, Ketua PKK Provinsi Bali Nyonya Ayu Pastika, Dirut BTDC I Made Mandra, dan ratusan undangan yang memenuhi kalangan Amphie Teather. Para peserta yang terlibat adalah para remaja Bali, baik dari kalangan sekolah tingkat atas (SMK), dan para pemilik salon yang tersebar di seluruh Bali.

Kendati lomba berlangsung sedikit gerah karena cuaca panas di sekitar kawasan Nusa Dua, namun peserta tetap semangat untuk mengikuti penilaian hingga lomba berakhir selama kurun waktu satu jam.

Kriteria lomba yang dinilai adalah keserasian, pewarnaan dan cara merias yang benar dan sesuai dengan pakem. Begitu pula lomba ini sangat mengedepankan objektivitas, sehingga hasil atau juara yang diharapkan benar-benar objektif.

Menurut Ketua Yayasan Kecantikan Agung, Anak Agung Ayu Ketut Agung, perkembangan tata rias di Bali utamanya rias pengantin modern sangat diminati. Dikatakan, tata rias modifikasi sangat relevan dengan perkembangan bisnis kekinian, utamanya dalam membuka lapangan kerja baru bagi para remaja Bali.

Penggunaan rias modern memang jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan penggunakan tata rias tradisional Bali atau rias agung. Tata rias modern Selain simpel mudah dipelajari dalam waktu singkat, sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar. “Para penata rias yang telah belajar melalui kursus dua atau tiga minggu, para peserta dipastikan mampu mendalami bagaimana cara merias wajah beserta aksesorisnya,” kata Agung Ayu.

Ia mengatakan sejak yayasan ini berdiri sekitar dasawarsa terakhir telah menamatkan ribuan siswa kursus kecantikan. “Ada sekitar 3.500 orang yang telah kami tamatkan,” ungkapnya seraya menyatakan, untuk ke depan budaya tata rias dapat dikembangkan di kalangan masyarakat.

Ketua Asosiasi Rias Pengantin Modifikasi Modern Indonesia Ny. Kun Muliono dan Ketua Umum Tiara Kusuma Ikatan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Indonesia, Ny. As Jafar, sepakat menyatakan mendukung kegiatan ini. Sehingga, kedepan perkembangan tata rias mampu menjadi pengembangan intlektual diri dan prosfesional di bidangnya. Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah dan piagam bagi para pemenang.