Search

Posts Tagged ‘bali water sport’

PostHeaderIcon Perkembangan Usaha Wisata Bahari di Bali Semakin Pesat

Kemajuan sektor pariwisata Bali mendorong makin pesatnya perkembangan usaha wisata bahari/wisata tirta di Bali. Pesatnya perkembangan wisatawan membuat kegiatan wisata bahari di Bali sudah dikategorikan terpadat di Asia Tenggara.

Pada tahun 1992 anggota Gahawisri Bali yang mengembangkan usaha wisata bahari hanya sekitar 20 orang/perusahaan. Memasuki tahun 2010, anggota Gahawisri Bali yang mengembangkan usaha wisata bahari mencapai 187 orang/perusahaan. Pertambahan jumlah pelaku pariwisata yang mengembangkan usaha wisata bahari menyebabkan usaha wisata bahari di Bali terbanyak dan terpadat, tidak hanya di Indonesia tetapi sudah terpadat di Asia Tenggara.

Melihat padatnya usaha wisata bahari di Bali, kegaitan wisata tirta perlu mendapatkan penanganan yang lebih baik. Ini meliputi pembenahan dalam kualitas SDM, produk wisata bahari, pelayanan dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan wisata bahari. Selain itu, padatnya kegiatan wisata bahari di Bali perlu diimbangi dengan penataan objek wisata yang menjadi tempat kegiatan wisata bahari. Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur untuk memudahkan pelaku wisata bahari dalam upaya penataan objek wisata yang menjadi lokasi kegiatan wisata bahari.

Selain itu juga, dengan padatnya kegiatan wisata bahari di Bali menunjukkan tiap jengkal sungai, danau dan laut di Bali memiliki nilai yang sangat mahal. Untuk itu, pelaku yang bergerak dalam bidang usaha wisata bahari memiliki kewajiban untuk ikut menata objek-objek wisata yang menjadi tempat kegiatan wisata bahari. Sementara itu, padatnya kegiatan wisata bahari berpotensi terjadi kerusakan flora dan fauna seperti ikan termasuk terumbu karang, terutama di laut. Untuk menekan kerusahaan alam tersebut, pengusaha wisata bahari perlu menjaga kebersihan lingkungan tempat pelaksanaan kegiatan wisata bahari.

Sementara itu juga,, melihat banyak usaha wisata bahari di Bali pengusaha wisata bahari diminta menghindari adanya praktik perang tarif. Adanya perang tarif ini akan berdampak pada penurunan kualitas layanan kepada wisata pengguna jasa wisata bahari. Penurunan layanan jasa wisata bahari ini akan berdampak pada turunnya citra pariwisata Bali. Pengusaha wisata bahari harus mampu memberikan jaminan keselamatan bagi wisata yang melakukan kegiatan wisata bahari baik snorkling, diving termasuk usaha wisata bahari lainnya. Ini di antaranya dengan menggunakan SDM pemaandu wisata bahari yang telah bersertifikasi. Pengusaha wisata bahari diminta menyampaikan kegiatan wisata bahari kepada pemerintah.