Search

Posts Tagged ‘bali’

PostHeaderIcon Pantai Ketewel Kotor Bule Ogah Selancar

Cuaca yang tak menentu membuat sejumlah pantai banyak mendapat sampah kiriman. Salah satunya Pantal Ketewel, Sukawati, Gianyar. Sepanjang mata memandang, hampir di setiap sudutnya penuh sampah. Takayal, hal ini mengganggu kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.
Michael Suchman, 45, salah satu wisatawan yang tengah mampir ke pantai, mengaku kecewa,  ketika tiba,  mata sudah disuguhkan sampah.  Mulai dari plastik, bekas makanan, hingga potongan kayu berserakan di bibir pantai. Sehingga, belum lama tiba di lokasi, dirinya bersama rekari-rekannya yang lain, lantas memilih pergi meninggalkan lokasi. “Penuh sampah dan terlihat jorok. Lebih baik, saya pilih tempat lain saja,” protes Suchman, wisatawan asal Inggris ini, saat ditemul di Pantai Ketewel.

Hal senada disampaikan Jenny Joane, 30, rekannya, meski menyadarii jika sampah tersebut merupakan kiriman dan laut, dirinya enggan untuk singgah. Sebab, kondisi tersebut, tidak membuatnya nyaman untuk menikmati
pemandangan sekitar pantai.  ‘Niatnya mau berselancar di sini. Sebab, ombaknya cukup bagus kata teman-teman. Tapi, pas tiba di sini, kondisinva malah seperti ini,” sesalnya. Meski pantai penuh sampah, hal ini merupakan berkah bagi Ni Wayan Rene, 60. Pasalnya, hal ini dapat mempermudah warga Banjar Ketewel, Sukawati ini, dalam mencari kayu bakar. Makium, dapur yang dimiliki Rene, masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.

“Kayu-kayu ini, nantinya saya gunakan sebagal kayu bakar untuk masak. Lumayan, saya tidak perlu susah payah untuk mencari kayu,” ujar Rene, saat ditemui di Pantai Ketewel. Katanya, sebelum kayu-kayu itu digunakan, terlebih dahulu dikeringkan. Namun, karena cuaca tengah tak menentu, maka disimpan terlebih dahulu, sembari menunggu datangnya matahari. “Disimpan dulu, nak, sambil nunggu matahari. Sebab, kalau langsung digunakan, malah tidak mau nyala. Kan kayunya masih basah,” lontarnya semban tersenyum.

PostHeaderIcon Meriahkan Galungan, Festival Kaswari VII Dibuka

Memeriahkan hari raya Galungan dan Kuningan di seputar kawasan Jalan Kaswari Tabanan kembali digelar “Festival Kaswari VII 2009”. Festival yang akan berlangsung dari tanggal 15 – 24 Oktober 2009 ini dibuka Camat Tabanan IGN Supanji, Kamis (15/10) lalu.

Acara pembukaan Festival Kaswari 2009 ini diawali parade busana adat Bali yang dibawakan oleh teruna-teruni kota Tabanan dan demonstrasi Sekaa Gong Balaganjur siswa SMP Negeri 1 Marga. Selain disaksikan ribuan masyarakat kota Tabanan, acara ini juga disaksikan penggagas Festival Kaswari yang juga Wakil Bupati Tabanan IGG Putra Wirasana, anggota DPRD Tabanan asal pemilihan Kecamatan Tabanan, serta tokoh-tokoh masyarakat Tabanan lainnya.

Ketua Panitia Festival Kaswarii VII 2009 IGG Putra Juniarta melaporkan, Festival Kaswari yang pada awalnya hanya berupa kegiatan lomba penjor, kebersihan dan lomba barong bangkung yang sekaligus sebagai ikon masyarakat di sekitar Jalan Kaswari. Namun kali ini telah meluas dengan menampilkan berbagai aktivitas seni budaya dalam bentuk parade, di antaranya parade gong kebyar wanita dan gong kebyar anak-anak, parade band remaja, pementasan tarian sakral dan tarian langka, bazar sembako murah, pelayanan kesehatan gratis, serta jalan santai keluarga sehat.

Camat Tabanan IGN Supanji dalam sambutannya menyambut baik serta memberikan apresiasi positif atas digelarnya Festival Kaswari secara rutin setiap tahun hingga yang ke-7 pada tahun ini. Menurutnya, festival Kaswari saat ini bukan hanya menjadi milik masyarakat di Jalan Kaswari atau masyarakat kota Tabanan, melainkan telah menjadi milik masyarakat Kabupaten Tabanan karena telah melibatkan para seniman dan berbagai kecamatan di Tabanan.

Supanji berharap kegiatan ini selain sebagai salah satu upaya untuk melestarikan seni budaya juga bertujuan untuk memberikan apresiasi sekaligus hiburan kepada masyarakat dalam suasana merayakan hari raya Galungan dan Kuningan.

Mengawali pembukaan Festival Kaswari VII 2009 ditampilkan lomba geguntangan antara Desa Tunjuk melawan Desa Dauh Peken, dan parade gong kebyar wanita antara Sekaa Gong Kebyar PKK Desa Tunjuk juga berhadapan dengan sekaa Gong Kebyar Wanita Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan. Parade ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat dan sekitarnya.